| Abstrak |
Kehidupan manusia tidak terlepas dari kegiatan mencuci pakaian. Namun, penting
untuk memperhatikan dampak penggunaan deterjen dan cairan pemutih yang mengandung bahan kimia berbahaya pada pengguna dan lingkungan. Oleh karena
itu, alternatif alami seperti lerak dan jeruk nipis perlu dieksplorasi sebagai solusi
yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan yang paling efektif antara lerak (Sapindus rarak) dan jeruk nipis
(Citrus aurantifolia) sebagai bahan dasar cairan penghilang noda, serta bertujuan
mengevaluasi kualitas formula yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan teknik pengumpulan data melibatkan pembuatan cairan penghilang noda dari lerak dengan penambahan jeruk nipis, dengan memperhatikan
proporsi bahan-bahan yang digunakan. Pengujian mencakup aspek pencucian,
stabilitas busa, dan uji organoleptik untuk menilai kualitas cairan penghilang noda
yang dihasilkan. Hasil pengujian pencucian, stabilitas busa, dan organoleptik pada
noda saus-kecap dan tinta menunjukkan bahwa F3 memiliki efektivitas terbaik
dalam menghilangkan noda, formula F0 memenuhi kriteria stabilitas busa, secara
uji organoleptik F3 memenuhi nilai paling tinggi dari segi aroma dan warna, dengan
penilaian aroma dan warna mencapai 3.4 dari skala lima. Oleh karena itu, kesimpulan dari penelitian ini menyarankan bahwa formula terbaik adalah F3, yang
terdiri dari 50 mL lerak, 50 mL sari jeruk nipis, dan 25 gram garam dapur. Penelitian
ini berpotensi membuka jalan untuk pengembangan cairan penghilang noda ramah
lingkungan dengan kualitas unggul, menggantikan produk berbahan kimia berbahaya dalam praktik pencucian sehari-hari. |