| Abstrak |
Self-acceptance atau penerimaan diri merupakan kemampuan individu untuk
menghargai kelebihan dan menerima kekurangan tanpa menghakimi diri sendiri.
Proses ini penting dalam perkembangan remaja, terutama dalam membangun
kepercayaan diri dan kesejahteraan psikologis. Berdasarkan hasil penelitian dari
JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia) menyebutkan bahwa tingkat penerimaan
diri siswa SMA di Indonesia cenderung rendah (45.4%) sehingga diperlukan
penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat self-acceptance pada siswa kelas XII SMA Islam Athirah Bone, mengidentifikasi
faktor-faktor yang memengaruhi tingkat self-acceptance, serta mengkaji dampak
yang didapatkan dari penerapan self-acceptance. Jenis penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner.
Populasi penelitian ini adalah Siswa Angkatan XII SMA Islam Athirah Bone dan
sampel dipilih menggunakan teknik sampel jenuh sehingga sampel dalam penelitian
ini yaitu Siswa Angkatan XII SMA Islam Athirah Bone yang berjumlah 76 orang.
Hasil Analisis data menunjukkan bahwa sebanyak 26 orang (34,21%) memiliki
Tingkat self-acceptance yang sangat tinggi. Mayoritas siswa, yaitu 43 orang
(56,58%) berada dalam kategori tinggi. Sementara, 5 siswa (6,58%) tergolong
dalam kategori rendah, dan 2 siswa (2,58%) berada pada kategori sangat rendah.
Faktor utama yang memengaruhi adalah pola asuh yang baik dan identifikasi
dengan individu berpenyesuaian diri baik, sementara faktor rendahnya self-acceptance meliputi gangguan emosional dan kurangnya pemahaman diri. Self- acceptance tinggi berhubungan dengan adaptasi diri dan sosial yang lebih baik,
dengan adaptasi diri lebih dominan di semua kategori. |