| Abstrak |
Saat ini, kemandirian seseorang mayoritas bergantung kepada orang tua mereka. Hal tersebut pastinya menjadi beban tersendiri bagi para orang tua untuk mengurus berbagai macam kebutuhan anak mereka, walaupun notabenenya anak mereka sendiri telah berada dalam fase remaja. Seharusnya, orang tua hanya memengaruhi anak mereka agar bisa lebih mandiri dengan cara melatih mereka sejak dini. Dengan itu, anak akan terbiasa dengan segala hal yang ia kerjakan tanpa meminta bantuan dari siapapun. Namun, di Sekolah Islam Athirah Bone, hal tersebut pastinya menjadi tugas pribadi pembina asrama untuk terus mengarahkan siswa-siswi untuk terus bersifat mandiri selama menjalani pendidikan. Untuk meningkatkan hal tersebut, maka organisasi asrama mengeluarkan sebuah program kerja yang bernama RADIO untuk mengatasi berbagai masalah keasramaan dan dapat meringankan beban pembina asrama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program kerja RADIO (reward ambassador dormitory) dalam meningkatkan perkembangan kemandirian siswa di lingkungan asrama SMA Islam Athirah Bone. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket yang disebarkan kepada siswa SMA Islam Athirah Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas indikator kemandirian siswa, seperti kemampuan mengambil keputusan, menyelesaikan masalah pribadi, menjaga kebersihan, serta
berinisiatif dalam aktivitas harian, berada pada kategori baik hingga sangat baik. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan program kerja RADIO memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan sikap mandiri siswa di asrama. |