| Abstrak |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketergantungan siswa terhadap
teknologi AI generatif dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap aspek berpikir
kritis di lingkungan SMAS Islam Athirah Bone. Fokus utama penelitian ini adalah
untuk melihat apakah penggunaan AI yang intensif melemahkan nalar siswa atau
justru menjadi stimulan baru dalam proses kognitif mereka. Metode penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Pengambilan data
dilakukan melalui penyebaran angket kepada 70 siswa yang dipilih menggunakan
teknik stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif
untuk melihat distribusi frekuensi dan analisis regresi linear sederhana untuk
menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat
ketergantungan siswa terhadap AI generatif berada pada kategori Tinggi (62%),
dengan indikator frekuensi penggunaan mencapai angka 86,4%. Berdasarkan uji
regresi, ditemukan pengaruh yang positif dan signifikan antara ketergantungan AI
terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan nilai signifikansi < 0,05.
Persamaan regresi Y = 4,752 + 0,642X menunjukkan bahwa setiap peningkatan
ketergantungan yang terarah diikuti dengan peningkatan aspek berpikir kritis.
Koefisien determinasi (R2
) menunjukkan kontribusi variabel AI sebesar 33,8%.
Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa AI generatif di SMAS Islam Athirah
Bone berperan sebagai katalisator kognitif yang memicu siswa untuk melakukan
verifikasi dan analisis informasi secara lebih mendalam, asalkan teknologi tersebut
diposisikan sebagai mitra belajar, bukan sekadar alat pencari jawaban instan. |