| Judul Karya Tulis Ilmiah | Hubungan antara Masa Tinggal di Asrama dengan Tingkat Kemandirian Siswa | Tahun | 2026 | Penulis | Muhammad Ibrahim Abdul Karim, |
|---|---|
| Unit | Sekolah Islam Athirah Bone | Kata Kunci | Kemandirian Siswa, Masa Tinggal, Boarding School, Adaptasi Asrama |
| Abstrak | Kemandirian merupakan kompetensi vital yang harus dikuasai siswa dalam sistem pendidikan berasrama (boarding school) sebagai modal menghadapi tantangan akademik dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara masa tinggal (durasi menetap) dengan tingkat kemandirian siswa, serta menganalisis perbedaan tingkat kemandirian antar angkatan (Kelas X, XI, dan XII) di SMA Islam Athirah Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex-post facto. Sampel penelitian berjumlah 75 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi angket self-report siswa dan lembar observasi pembina asrama. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Rank Spearman, dan uji komparatif One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, tingkat kemandirian siswa secara umum berada pada kategori "Sedang" dengan skor rata-rata 3,18 (persepsi siswa) dan 3,25 (persepsi pembina), yang menunjukkan konsistensi penilaian. Kedua, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa tinggal dengan tingkat kemandirian (Sig. 0,465 > 0,05). Hal ini membantah asumsi bahwa semakin lama siswa tinggal di asrama maka akan semakin mandiri. Ketiga, tidak ditemukan perbedaan kemandirian yang signifikan antar angkatan (Sig. 0,332 > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem pembinaan asrama berhasil mempercepat proses adaptasi siswa baru sehingga mampu menyamai standar kemandirian siswa senior. Disimpulkan bahwa kemandirian siswa lebih dipengaruhi oleh faktor internal (kepribadian dan motivasi) dibandingkan sekadar durasi waktu tinggal. |