| Abstrak |
Pada tahun 2021, ujian nasional di Indonesia didesain ulang menjadi Asesmen
Nasional yang meliputi tiga instrumen utama yaitu Asesmen Kompetensi Minimun,
Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. SMP Islam Athirah Bone adalah
salah satu sekolah swasta yang berciri Islam di Kabupaten Bone yang telah
melaksanakan Asesmen Nasional dan hasilnya tertinggi di Kabupaten Bone. Capaian yang diperoleh SMP Islam Athirah Bone dalam Asesmen Nasional ini menjadi motivasi dalam meningkatkan kualitas layanan pembelajaran di kelas dan pembinaan peserta didik dalam menghadapi Asesmen Nasional setiap tahun. Dengan demikian, penulis tertarik untuk melakukan sebuah penelitian yang berjudul “Pengaruh Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar terhadap Kualitas SMP Islam Athirah Bone”. Penelitian ini adalah penelitian
lapangan atau field research yang dilaksanakan di SMP Islam Athirah Bone. Jenis
penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian karya ilmiah ini dilaksanakan pada bulan November 2022-Maret 2023 di SMP Islam Athirah Bone, Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik di SMP Islam Athirah Bone yang berjumlah 201 orang, Dengan demikian, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 orang. Adapun teknik-teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dengan cara angket dan dokumentasi. Berdasarkan dari uraian terdahulu, maka pada akhir penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama) antara asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar terhadap kualitas SMP Islam Athirah Bone. Asesmen kompetensi minimum rata-rata 28,16 dengan standar deviasi sebesar 5,966, survei karakter rata-rata 70,24 dengan standar deviasi sebesar 8,781, dan survei lingkungan belajar rata-rata 46,27 dengan standar deviasi sebesar 6,051. |