| Abstrak |
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam yang wajib dipelajari oleh pemeluknya,
agar pembelajaran terlaksana dengan baik maka perlu dikaji hal-hal yang berkaitan
dengan pembelajarannya. Dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an, terdapat beragam
metode dengan ciri masing-masing dan bertujuan mempermudah penggunanya.
Oleh karena itu, dipilih satu metode pembelajaran tahsin untuk dikaji lebih lanjut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, evaluasi, dan hambatan apa
saja yang dialami dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an dengan metode talaqqi di
angkatan X SMA Islam Athirah Bone. Jenis penelitian yang digunakan ialah
kualitatif berpendekatan deskriptif. Lokasi penelitian ialah SMA Islam Athirah
Bone dengan waktu penelitian dari tanggal 1 Desember 2022 sampai dengan 2
Desember 2022. Sampel yang diteliti ialah 40% populasi guru pengajar angkatan X
SMA Islam Athirah Bone atau 2 orang dan 16% populasi siswa angkatan X SMA
Islam Athirah Bone atau 12 orang. Teknik pengumpulan data berupa wawancara
dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa:
(1) pelaksanaan pembelajaran tahsin Al-Qur’an dengan metode talaqqi di angkatan
X SMA Islam Athirah Bone dimulai dengan berdo’a, muroja’ah hafalan secara
bersama-sama di dalam ruangan atau luar ruangan tergantung guru pengajar,
pembelajaran dibagi menjadi tiga tahapan yaitu kegiatan awal, inti, dan akhir
pembelajaran; (2) hambatan yang dihadapi siswa dalam pembelajaran tahsin AlQur’an dengan metode talaqqi di angkatan X SMA Islam Athirah Bone ialah
pengaturan waktu yang kurang baik, sifat bermalas-malasan untuk melakukan
muroja’ah hafalan, dan pengaruh lingkungan membuat siswa kurang istiqomah
men-talaqqi hafalan atau ayat yang sudah mereka kuasai sebelumnya; dan (3)
evaluasi pembelajaran tahsin Al-Qur’an dengan metode talaqqi di angkatan X SMA
Islam Athirah Bone didasarkan pada kemampuan hafalan dan pelafalan bacaan AlQur’an siswa yang beragam. Saran perbaikan yang diajukan untuk mengatasi
permasalahan ini adalah diadakannya memberikan pelatihan kepada siswa untuk
memanage waktu dengan baik, dampak negatif dari bermalas-malasan, dan
pentingnya istiqomah men-talaqqi hafalan atau ayat yang sudah dikuasai
sebelumnya. |